Senin, 06 April 2015

Apa Itu Manga?

         

nah teman- teman... pertama- pertama kita akan bahas dulu apa itu manga. mungkin ada yg belum tau apa itu MANGA karena kami juga belum tahu lebih dalam apa itu manga, jadi sekalian belajar deh ya!

Manga (漫画) (baca: man-ga, atau ma-ng-ga) merupakan kata komik dalam bahasa Jepang; di luar Jepang, kata tersebut digunakan khusus untuk membicarakan tentang komik Jepang. Mangaka (漫画家) (baca: man-ga-ka, atau ma-ng-ga-ka) adalah orang yang menggambar manga.

 Berdasarkan jenis pembaca
  • Manga yang khusus ditujukan untuk anak-anak disebut kodomo (子供)
  • Manga yang khusus ditujukan untuk (Wanita) dewasa disebut josei (女性) (atau redikomi)
  • Manga yang khusus ditujukan untuk dewasa disebut seinen (青年)
  • Manga yang khusus ditujukan untuk remaja perempuan disebut shōjo (少女)
  • Manga yang khusus ditujukan untuk remaja laki-laki disebut shōnen (少年)
     Banyak dari jenis-jenis ini juga berlaku untuk anime dan permainan komputer Jepang. Dua penerbit manga terbesar di Jepang adalah Shogakukan (小学館) dan Shueisha (集英社).

Doujinshi

        Doujinshi adalah sebutan bagi manga yang dibuat oleh fans manga tersebut yang memiliki alur cerita atau ending yang berbeda dari manga aslinya. Para fans ini biasa mendistribusikannya dari tangan ke tangan, dijual secara indie di toko doujinshi, atau mengikuti konvensi akbar doujinshi yang biasa disebut Comiket. Disini dijual ribuan judul doujinshi tiap tahunnya. Pengunjungnya bisa mencapai 400.000 orang.
         Doujinshi sendiri kadang menjadi batu loncatan seseorang/kelompok untuk menjadi mangaka. Ken Akamatsu (Love Hina, Negima) juga sering membuat dojin karyanya sendiri. Manga yang bertema hentai biasanya adalah dojin dari manga tertentu yang sudah terkenal. Biasanya karakter manga tersebut memang didesain untuk jadi "sasaran" para dojin-ka (sebutan bagi para pembuat dojin, sama seperi manga-ka).

 
Sumber : Wikipedia


terima kasih sudah berkunjung di blog kami :) jangan lupa tinggal kan komen sekalian saran dan masukan nya kawan :) 

Sejarah Manga Di Indonesia



        
Nah teman teman wktu itu kan udah di bahas manga itu apa, sekarang kita bahas dulu sejarah nya, yuk langsung aja!

          Manga merupakan istilah untuk komik Jepang,beda dengan komik Amerika.Manga biasanya dibaca dari kanan ke kiri. Meskipun sekarang semua orang sudah mengenal apa yang dinamakan “MANGA“, bahwa Manga adalah “Komik yang berasal dri Jepang”. Ya itu memang benar, namun darimanakah asal kata “Manga”?. Manga, yang dilafalkan dengan MAHN-gah atau MANG-ah secara harfiah diterjemahkan sebagai “Gambar Aneh”.
            
          Manga pertama dibuat oleh Suzuki Kankei pada tahun 1771 berjudul Mankaku Zuihitsu.Berikutnya terbit Shinjo no Yukikai Oleh Santo Kyoden(1798)Dan Manga Hyakujo karya Aikawa Minwa(1814).Namun ada juga yang menyebut manga muncul pertama kali abad ke-12.Manga generasi awal ini bertajuk ‘choju jinbutsugiga’ yang berisi berbagai gambar lucu hewan dan manusia. Manga yang dibuat banyak seniman ini memenuhi hampir semua persyaratan manga.Sederhana,memiliki cerita di dalamnya dan memiliki gambar artistik.
 
          Pada mulanya komik Jepang sangat dipengaruhi gaya Amerika,ini terlihat dari komik-komik buatan Osamu Tezuka yang sangat bergaya Waltz disney.Ia mengadaptasi karakter wajah komik amerika,seperti mata,mulut,alis dan hidung.Beberapa komiknya yang sudah dikenal dan sudah difilmkan adalah Kimba the white lion,Black Jack dan Astro Boy. Keahlian Osamu Tezuka membuat manga menjadikan tempat berguru para mangaka.Beberapa diantara muridnya adalah Ishinomori Shotaro,Akatsuka Fujio dan Fujiko Fujio yang terkenal dengan Doraemonnya.Osamu Tezuka merupakan salah satu orang yang paling mempengaruhi perkembangan Manga.

          Manga mulai menemukan ciri khasnya setelah perang dunia ke-2. Salah satu pelopornya adalah Fujiko Fujio yang sukses dengan Doraemon. Ciri khas itu meliputi karakter wajah serta penceritaan.Tokoh-tokoh manga kini bermata besar,memiliki raut wajah halus dan pipi bulat,hidung sempit dan bibir tipis. Latar belakangnya dibuat senatural mungkin.Para mangaka diketahui sangat memperhatikan detail.Konon mereka rela memotret sebuah objek berkali-kali dari berbagai sudut pandang untuk mendapatkan rasa tempat. Bila sebelumnya lembaran komik hanya terdiri atas 4 kotak gambar,kotak gambar manga bisa lebih dari itu.Para mangaka berusaha membuat gambarnya bergerak,karena itulah mereka kadang-kadang membuat hingga 10 kotak gambar dalam 1 lembar manga untuk mendapatkan kesan pergerakan.Membuat kita seolah sedang menonton film kartun saat membaca manga.

          Manga menjadi salah satu buku paling laris di Jepang,majalah-majalah manga beroplah diatas satu juta kopi perminggu.Bahkan komik Doraemon menembus angka 10jt kopi peredisinya,saking cintanya orang Jepang dg Manga,komik Underground saja bisa laku hingga 400 ribu kopi peredisi. Setelah Perang Dunia kedua, manga telah berkembang menjadi sebuah fenomena internasional dalam dunia industri hiburan. Rumah penerbitan Jepang (termasuk tiga besar rumah penerbitan yaknik Kodansha,Shueisha,dan
Shogakukan) telah merilis ratusan lebih judul manga di berbagai belahan dunia. Katsushika Hokusai, seorang pemahat kayu, dan pelukis yang hidup dari tahun 1760 sampai 1849, menciptakan istilah Hokusai Manga, satu dari banyak terbitannya. Dalam 15 volume serial sketsanya yang diterbitkan pada 1814, dia mencakupkan berbagai topik yang berbau informatif, kedalam komik dari jaman Edo.
Manga kini telah tumbuh dengan pesat dan makmur, namun kenyataannya, manga tidak memperlihatkan-pertumbuhannya yang signifikan seperti sekarang ini hingga Perang Dunia II. Di bawah pengaruh dari seorang Mangaka yang luar biasa yaknik Tezuka Osamu (1928-1989), manga mulai dikenal tidak hanya di nasional Jepang saja, tapi juga pengakuan internasional dengan hasil karyanya seperti “Astro Boy, Black Jack, Buddha, dan masih banyak lagi lainnya. Di tengah pasca perang perjuangan ekonomi, manga karya Tezuka Osamu yang diadaptasi dari novel “Treasure Island” karya Robert Louis Stevenson  yang terjual lebih dari 400.000 eksemplar meraih nilai penjualan tertinggi nasional.

















          Selama tahun 1960 an, generasi yang menikmati manga adalah anak – anak. Kini, orang – orang tak lagi melihat manga adalah sesuatu yang hanya bisa dinikmati oleh anak – anak. Kini, orang dewasa pun dapat menikmati apa yang disebut Manga. Komik Amerika saat ini penggemar utamanya adalah anak muda yang mengidolakan pahlawan super yang menyelesaikan misi mengalahkan kriminalitas, namun komunitas Jepang menciptakan peminat tersendiri dari grup Pria ataupun wanita, dari anak kecil sampai dewasa. Dari tahun 1980 sampai 2000, manga tidak hanya berkembang di kategori genre dan style nya, tapi juga teknik untuk menyampaikan sesuatu pesan melalui teknik canggih efek manga. Teknik seperti Sceen tones memberikan warna baru dalam dunia sketsa manga. Alur ceritanya pun menjadi lebih kompleks dan lebih luas untuk menggaet minat dari pembaca, seperti Science Fiction (lebih dekat kepada pembaca pria), olahraga, politik, religi, sex, dan romance (lebih akrab dengan mangaka wanita dan pembaca wanita). Kini dengan software grafis yang profesional, seperti Adobe Photoshop dan Ilustrator, mangaka bisa membuat hal yang lebih detil dan segala efek yang keren, dalam waktu yang lebih pendek. Seiring dengan perkembangan persaingan pasar, banyak mangaka baru yang datang dengan ide baru dengan harapan membuat manga mereka besar di Jepang dan Dunia. Pada saat itu juga, mangaka wanita telah meroket. Banyak dari mereka (mangaka wanita) adalah seorang ibu rumah tangga yang melihat kesempatan untuk meluncurkan karir mereka dalam menggambar manga kepada pembaca wanita. Dan manga ini, kini akrab dinamakan dengan Shojo (gadis) manga. Kini, banyak mangaka yang sukses, seperti halnya Fujiko F Fujio
(Doraemon),Matsumoto Leiji (Starblazers), Toriyama Akira (Dragon Ball), Rumiko Takahashi (Ranma ½), Takehiko Inoue (Slam Dunk), dan top tiga besar mangaka yang populer saat ini Masashi Kishimoto (Naruto), Eiichiro Oda (One Piece), danTite Kubo (Bleach), telah melangkahkan kaki mengikuti jejak dari Osamu Tezukaberkontribusi dalam memberikan perkembangan dalam industri hiburan Meskipun untuk kalian yang sudah lama menjadi penggemar komik yang bernama Manga, mungkin ada beberapa genre yang belum familiar karena penerbit biasanya cenderung membuat segalanya lebih sederhana dengan memasukannya menjadi bagian dari Shonen Manga dan Shojo Manga. Kecuali, manga genre yonkoma, redisu, dan redikomi, sebagian besar telah tersedia di Amerika.

          Manga, diterbitkan dalam majalah mingguan yang setiap judul seri manga nya, hanya memiliki 16 – 19 halaman per judulnya. Alasan kenapa dimuat secara periodik selama mingguan dengan 16 – 19 halaman per judulnya adalah karena untuk memuaskan sebagian banyak pembaca yang sibuk dengan tugas mereka dan tidak memiliki banyak waktu untuk duduk berjam – jam untuk membaca sebuah buku yang tebal dari satu judul. Namun, judul dari manga dari majalah akan dijadikan komik jika memenuhi syarat dalam jumlah tertentu.

Sumber :https://naburo.wordpress.com/2012/11/27/sejarah-manga-dan-jenis-jenis-manga-di-jepang/



nah udh deh, mohon maaf klo ada salah- salah kata kawan,  tinggal kan saran kritik dan komentar nya kawan- kawan sekalian!☺




























Jumat, 06 Maret 2015

Perbedaan Manga dan Anime

 Nah sekarang kita bahas tentang perbedaan anime dan manga, yuk check it out!


          Serupa tapi berbeda. Mungkin diantara sobat masih belom bisa memedakan antara Manga dan Anime. Secara gamblang keduanya memang hampir sama. Karena keduanya sama-sama berisi suatu karya fantasi khususnya yang berasal dari Jepang. Tetapi tahukah sobat, bahwa Anime dan Manga tidaklah sama alias berbeda. Tetapi perbedaan diantara keduanya memiliki keterkaitan.Yuk kita lihat apa sih yang membuat Manga dan Anime berbeda !!

Manga

          Merupakan suatu karya berupa gambar atau lebih trendnya lagi disebut Komik yang berasal dari jepang. Dan biasanya manga tidak berwarna alias hitam putih.Namun tidak jarang juga Manga yang berwarna. Manga juga lebih sering memuat tentang kehidupan dan kebudayan jepang. Orang yang menggambar manga disebut ''Mangaka''. Manga merupakan cikal bakal dari Anime. 

Anime

          Merupakan kependekan Animetion dari bahsa Jepang, yang berarti ''Kartun'' dengan variasi warna dan gerak yang merupakan perwujudan dari manga. Anime juga berasal dari jepang. Biasanya sebelum Anime dibuat, Manga terlebih dahulu dibuat. Biasanya Anime lebih memiliki alur cerita yang panjang daripada Manga, walaupun alur ceritanya merupakan pencerminan dari Manga.Walaupun kebayakan Anime mengadopsi Manga, tetapi Anime bisa juga dibuat tanpa ada Manga terlebih dahulu. Anime sebenarnya bukanhanya dikonsumsi untuk anak-anak saja. Di Jepang ada kategori Anime buat anak-anak, ada juga kategori anime buat Dewasa.

Simple kan, gak susah kok ngebedain apa itu MANGA apa itu ANIME. Segitu dulu aja ya kawan, mudah2an bermanfaat, aamiin. Thanks Before

Perkembangan Manga Di Indonesia

Jauh sebelum era reformasi, Manga/ Komik sudah cukup berkembang di Indonesia. Dulu, sebelum Manga Indonesia dipengaruhi oleh style asing, komikus Indonesia mempunyai gaya gambarnya sendiri. Tema yang tipikal saat itu adalah roman remaja, silat, humor, dan wayang. Sekitar tahun 50-an, para komikus lokal menemukan orientasi baru dalam berkarya, yaitu mengangkat tema superhero–yang diadaptasi dari komik-komik barat (seperti Superman, Wonder Woman, dll.).
         
          Tokoh yang berperan dalam masa ini adalah R. A. Kosasih, seorang komikus yang membuat Manga tentang heroisme. Karyanya yang paling terkenal adalah Sri Asih, yang sempat membuat kemajuan kentara dalam dunia komik Indonesia. Banyak komikus lain yang mengikuti jejak beliau karena kesuksesannya.
Maraknya komik bertema pahlawan sempat dikritik habis-habisan oleh para budayawan saat itu, mereka menganggap komik Indonesia terlalu terperngaruh dengan konsep barat. Lalu para komikus tanah air menemukan jalan keluar, yaitu dengan mengambil tema budaya lokal. Sejak penemuan ini, mulai banyak bermunculan komik-komik bertema wayang. Salah satunya yang–hingga saat ini–masih terkenal luas di nusantara adalah komik Mahabharata dan Ramayana.

Image

{Sri Asih; komik karya R. A. Kosasih}
Semakin memasuki era globalisasi, dunia komik Indonesia mengalami perubahan yang cukup drastis. Muncul aliran baru, yaitu manga–yang mengambil negara Jepang sebagai kiblatnya. Gaya manga telah mendominasi komik-komik lokal Indonesia di abad 20. Walau beberapa diantaranya masih mengangkat tema heroik/budaya nasional (yang notabene sudah tidak digemari masyarakat lagi), tetapi gaya gambarnya tetap 
dipengaruhi oleh unsur-unsur manga.

Image

{Garudayana; komik karya Is Yuniarto}

Sifat terbuka orang Indonesia dalam menerima arus globalisasi memang patut dibanggakan, mereka dapat dengan mudah mencampurkan budaya luar dengan budaya sendiri sehingga menghasilkan sesuatu yang baru. Namun, akan lebih bijak apabila kita tidak meninggalkan budaya kita sendiri, dan tetap menonjolkan ciri khas lokal dalam berkarya.